Dari kejauhan, bukit tampak menjadi penjaga Maninjau. Sesaat kemudian langit pun mulai berganti, maka kelam perlahan-lahan menaungi Danau Maninjau. Ia dengan saksama membersihkan pinggir-pinggir danau dari eceng gondok yang berserakan. Pada malam hari, Danau Maninjau juga tidak kehilangan pesonanya. Pendar-pendar cahaya pun mulai muncul dari lampu keramba di sepanjang danau. Siapa pun yang mengunjungi Danau Maninjau yang terdapat di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memang tiada akan berhenti mengagumi keelokannya. Danau Maninjau tetap sama seperti dahulu.
Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau”.
Danau Maninjau merupakan danau vulkanik. Danau tersebut berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai Danau Maninjau ini, Anda bisa melalui dua jalur, dari arah utara dan selatan. Jika dari selatan, melewati Kabupaten Padang Pariaman. Menuruni Kelok 44, Anda akan menyaksikan panorama Danau Mainjau dari ketinggian. Danau terbentang luas.
Konon, Danau Maninjau tidak bisa dilepaskan dari cerita legenda bujang sembilan. Lalu ia pun masuk ke dalam kawah. Letusan gunung itu kemudian menjadi danau.
Kami akan menjadikan Danau Maninjau ini sebagai ikon wisata Kabupaten Agam,” kata Aristo.
Ini sudah dibuktikan dengan membuat wisata danau di Muko-Muko di Kecamatan Tanjung Raya, wisata air dengan konsep keluarga. Lalu ia menggiatkan paralayang dari Puncak Lawang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar